Senin, 19 Agustus 2013

“Sehebat apa pun diri kita, pasti menyimpan sisi-sisi kekurangan karena kita tetaplah seorang manusia”
Ada wajah kita yang berbeda dari yang biasa kita munculkan. Wajah hitam menakutkan di sisi wajah putih bening menawan. Wajah yang menakutkan yang tak layak untuk di ekspos dan diperlihatkan. Bahkan wajah tersebut selayaknya untuk ditekan,diminimalkan dan tak dimunculkan. Wajah itu adalah wajah keburukan. Walaupun memang wajah hitam tadi tak bisa ditolak keberadaanya. Ia tetap ada sebagai ujian bagi setiap insan. Imra’atul aziz pernah mengatakan, ”sesungguhnya hawa nafsu itu selalu mendorong kepada keburukan”(yusuf:53)
Sadar tentang hadirnya sisi keburukan ini seorang ulama salaf sampai-sampai mengatakan, “jika kalian mengetahui tentang saya lebih mendalam niscaya kalian akan menaburi kepalaku dengan pasir”.
Menyimpan dan membelenggu wajah buruk tadi bukan merupakan kemunafikan sebagaimana ungkapan banyak orang. Memalingkan mata dari pandangan durhaka bukan kemunafikan. Menolak pornografi bukan kemunafikan. Menjauhi miras bukan kemunafikan. Ogah dengan omongan buruk dan gosip bukan kemunafikan. Meninggalkan perbuatan buruk dan dosa itu bukan kemunafikan, duhai teman. Bahkan sebaliknya, membelenggu wajah keburukan kita adalah sebuah ketaatan yang bakal menyelamatkan, “dan barangsiapa yang takut kepada Rabbnya dan menahan hawa nafsunya. Maka surgalah tempat tinggalnya.”(An-naaziat:40-41)
Terkadang wajah buruk itu muncul menjadi wajah kita yang sering menampakkan diri. Bahkan pada sebagian orang, wajah ini menjadi lebih dominan dibandingkan munculnya wajah kebaikan. Jangan biarkan wajah buruk itu muncul melenggang diri, ia harus dilawan dan ditekan. Sekali wajah keburukan kita dibiarkan maka ia akan terdorong untuk muncul dikali yang lain. Semakin sering keburukan itu dimunculkan maka ia akan semakin dominan.
Semoga kita bisa melawan dan menekan semua wajah keburukan tsb..
Hanya kepada ALLAH kita trus berdoa agar diberikan kemudahan..amiin

Kamis, 01 Agustus 2013

hidup sehat sesuai tuntunan rosul

Hidup sesuai dengan tuntunan rosulullah ,rosulullah dahulu hanya mengalami sakit 2 kali yaitu sewaktu beliau menerima wahyu pertama karena ketakutan bertemu dengan malaikat jibril dan yang kedua ketika beliau akan wafat mengalami sakit yang luar biasa sehingga merenggut kematian.
Dan ternyata rahasia kesehatan rosulullah adalah pola makan yang sehat ,berhenti makan sebelum kenyang dan rajin menjalankan puasa sunat senin kamis yang mana berguna untuk pembersihan sampah didalam lambung kita. so rajin-rajinlah melaksanakan puasa sunat supaya hidup sehat

rubah pola hidup lebih baik

Mengubah hidup, ini selalu menjadi topik tanpa akhir, dan ini juga yang menjadi tujuan hidup manusia di dunia ini. Semua manusia tentunya ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik. 

Namun ada sebagian dari kita yang menghalalkan segala cara dengan pemikiran untuk mengubah hidup menjadi lebih baik, padahal sesungguhnya mereka hanya meningkatkan fasilitas hidup, dan menurunkan martabat hidup. 

Ada pepatah yang mengatakan "Ubah pola pikirmu, itu akan mengubah hidupmu", lalu bagaimana untuk mengubah pola pikir kita ?

Mengubah pola pikir manusia bukanlah dengan berbagai fasilitas terbaik, tetapi melalui pemahaman. Inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh lembaga pendidikan yang ada atau kita ketika belajar.
Ketika kita mampu memahami maksud baik dari suatu kejadian akan memberikan input baik di dalam pikiran kita. Input baik ini ketika diolah oleh kebiasaan sehari-hari yang  baik akan menjadi kebiasaan yang berkualitas. 

Kualitas kebiasaan ini lah yang mengubah hidup kita, tetapi jangan dianggap ini akan mendatangkan kekayaan tanpa harus bekerja, tentu saja kita harus tetap bekerja keras untuk menjadi sejahtera secara finansial. 


Menjadi kaya itu baik, kita bisa lebih banyak membantu orang, tetapi sebelum kita memperoleh ini akan lebih baik jika kita memiliki pemahaman yang baik dahulu sehingga kekayaan bukan menjadi malapetaka tetapi justru menjadi sebuah anugerah. Inilah pentingnya suatu pemahaman baik, ia bisa mengubah seluruh lapisan kehidupan kita.